Pagi indah. Rony begitu bersemangat. Langkahnya pasti diiringi siulan sumbang sebagai soundtrack dari bibirnya. Samar-samar, aku bukan pilihannya-nya Iwan Fals terdengar dari sana. Continue reading ‘Perahu Karet Rony’
Arsip untuk April, 2006
Perahu Karet Rony
Anak Jalanan
Ini fenomena yang teramat sering kita dapatkan. Betapa tidak, di setiap perempatan dengan lampu merah, kita selalu menemui peminta-minta dengan tingkat usia yang beragam. Dan yang paling memiriskan hati kita, adalah anak – anak di bawah umur, yang jumlahnya bahkan jauh lebih banyak.
Continue reading ‘Anak Jalanan’
Beberapa waktu lalu, para kepala desa (Kades) yang tergabung dalam Persatuan Kepala Desa dan Perangkat Desa Nusantara (Parade Nusantara), menggelar aksi unjuk rasa di Mahkamah Agung (MA) dan Kantor Depdagri Jakarta (fajar (04/04/06)). Diantara tuntutan para Kepala desa tersebut adalah dibolehkannya mereka untuk menjadi pengurus partai politik. Karena itu, mereka mendesakkan adanya perubahan atas undang-undang (UU) nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan daerah dan Peraturan Pemerintah (PP) nomor 72 tahun 2005 tentang desa.
Continue reading ‘Perlukah Kepala Desa menjadi pengurus Parpol’
Bapak yang menggendong anak
Pengalaman ini saya bagi untuk anda, sekedar mengingatkan bahwa kecurigaan berlebihan itu memang tidak baik. Berburuk sangka itu sebisa-bisanya tidak menjadi sesuatu yang dikedepankan. Mungkin yang lebih tepat lagi adalah agar selalu menjunjung asas praduga tak bersalah itu.
Makna Sebuah Perpisahan
Makna Sebuah Perpisahan
Sekaligus refleksi perpisahan dengan tahun 2005
“…….Biarlah Sang Waktu Menjaga Cintamu ………!
……..Perpisahan ini hanya Tuk Sementara ….
……….Berharap Engkau Kembali……!!!!! ”
Tanpa ingin mencari-cari sebuah perumpamaan , ataupun pemaknaan lain atas apa yang terjadi, potongan lagu ini harus saya kutip.
Ini hanya sebuah Kebetulan, saat saya ingin menuliskan apa yang mungkin saja anda sedang baca ini, atau kemungkinannya suatu saat terbaca oleh anda ( ehm, saya selalu yakin bahwa ini akan terbaca oleh anda ), lagu ini mengalun.
Sungguh ini menjadi nasib bagi saya sebagai warga negara kelas kesekian. Betapa banyak hal-hal yang menyebabkan saya harus bersabar, kalau tidak bisa dikatakan tidak mampu untuk berbuat apa-apa. Sebagai warga negara yang menyandang kelas tersebut, sudah dapat dipastikan seperti apa saya ini, dan fasilitas seperti apa yang saya butuhkan.
Citra Sang Kades
Citra (image) itu gambaran yang dihasilkan kesan mental. Citraan (imagery) adalah bayangan visual yang hadir lantaran ada sesuatu yang menyentuh saklar memori untuk mengaitkannya pada sesuatu yang lain. Continue reading ‘Citra Sang Kades’