Arsip untuk Kategori 'cangkir kopi'

17
Apr
06

Anak Jalanan

Ini fenomena yang teramat sering kita dapatkan. Betapa tidak, di setiap perempatan dengan lampu merah, kita selalu menemui peminta-minta dengan tingkat usia yang beragam. Dan yang paling memiriskan hati kita, adalah anak – anak di bawah umur, yang jumlahnya bahkan jauh lebih banyak.
Continue reading ‘Anak Jalanan’

12
Apr
06

Bapak yang menggendong anak

Pengalaman ini saya bagi untuk anda, sekedar mengingatkan bahwa kecurigaan berlebihan itu memang tidak baik. Berburuk sangka itu sebisa-bisanya tidak menjadi sesuatu yang dikedepankan. Mungkin yang lebih tepat lagi adalah agar selalu menjunjung asas praduga tak bersalah itu.

Continue reading ‘Bapak yang menggendong anak’

12
Apr
06

Makna Sebuah Perpisahan

Makna Sebuah Perpisahan
Sekaligus refleksi perpisahan dengan tahun 2005

“…….Biarlah Sang Waktu Menjaga Cintamu ………!
……..Perpisahan ini hanya Tuk Sementara ….
……….Berharap Engkau Kembali……!!!!!

Tanpa ingin mencari-cari sebuah perumpamaan , ataupun pemaknaan lain atas apa yang terjadi, potongan lagu ini harus saya kutip.

Ini hanya sebuah Kebetulan, saat saya ingin menuliskan apa yang mungkin saja anda sedang baca ini, atau kemungkinannya suatu saat terbaca oleh anda ( ehm, saya selalu yakin bahwa ini akan terbaca oleh anda ), lagu ini mengalun.

Continue reading ‘Makna Sebuah Perpisahan’

12
Apr
06

Sungguh saya harus lebih banyak bersabar

Sungguh ini menjadi nasib bagi saya sebagai warga negara kelas kesekian. Betapa banyak hal-hal yang menyebabkan saya harus bersabar, kalau tidak bisa dikatakan tidak mampu untuk berbuat apa-apa. Sebagai warga negara yang menyandang kelas tersebut, sudah dapat dipastikan seperti apa saya ini, dan fasilitas seperti apa yang saya butuhkan.

Continue reading ‘Sungguh saya harus lebih banyak bersabar’




Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.